This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2022

Menyanyikan Lagu Secara Solo/Tunggal

 

Menyanyikan Lagu Secara Solo/Tunggal 


Menyanyikan lagu secara solo/tunggal berarti sesederhana menyanyikan suatu lagu secara perseorangan atau sendiri. Mengapa terdapat jenis ini? Karena seperti yang kita ketahui, kita dapat menyanyikan secara bersama dalam vokal grup seperti choir.

Meskipun terdengar sederhana dan tampak tidak membutuhkan perhatian khusus, justru menyanyikan lagu secara solo/tunggal juga memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, suara kita adalah fokus utama yang akan terdengar, dan kesalahan sekecil apa pun akan langsung terdengar oleh penyimak atau penonton, apalagi jika kita melakukan penampilan ini secara langsung di atas panggung.

Selain itu, terdapat beberapa jenis penampilan menyanyikan lagu secara solo atau tunggal. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pemaparannya.

Jenis Penampilan Vokal Solo atau Tunggal

Terdapat beberapa jenis penampilan bernyanyi yang sering kita lihat di televisi atau pun secara langsung di sebuah panggung, yakni :

  1. ada yang bernyanyi sendiri dengan diiringi musik dari media rekaman seperti CD, flashdisk, komputer, maupun smartphone.
  2. tampil dengan band lengkap secara langsung, lalu
  3. ada juga yang bernyanyi bersama-sama lebih dari dua orang.

Semua jenis penampilan vokal tersebut tentunya memiliki keunikan dan sisi menarik yang berbeda, karena dari banyak segi ketiganya pun berbeda. Misalnya, dari segi persiapan dan sarana pun akan memiliki detail yang berbeda di setiap jenis penampilan.

Jenis penampilan vokal solo/tunggal sering kali dinilai penampilan yang paling sederhana dan tidak banyak membutuhkan banyak sarana dan prasarana, padahal sebenarnya sama saja. Setiap penampilan vokal solo justru memiliki beban yang lebih berat karena seluruh keberhasilan penampilannya sangat tergantung kepada sang vokalis atau penyanyi itu sendiri.

Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus dipahami, disiapkan, dan terus dilatih oleh seorang vokalis yang akan menyanyikan lagu secara solo/tunggal.

Materi Vokal

Suara seseorang dengan yang lainnya akan memiliki beberapa perbedaan. Mudahnya, perempuan cenderung memiliki jenis vokal yang tinggi dan ringan, sementara pria akan cenderung memiliki suara yang rendah dan berat. Namun beberapa pria juga memiliki jenis suara yang lebih tinggi dari pria lainnya. Berbagai perbedaan tersebut disebut sebagai materi vokal. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 41) perbedaan mendasar terhadap materi vokal yang dimiliki oleh dua orang yang berbeda, yaitu:

1. Warna suara/timbre

Bunyi atau suara seseorang berbeda dengan orang lain. Hhal ini disebabkan karena getaran-getaran yang dihasilkan bentuk masing-masing pita suaranya berbeda. Dari perbedaan pita suara itulah dihasilkan warna suara yang berbeda pula. Warna suara jika dilatih dengan teknik vokal yang benar akan menghasilkan karakter vokal yang kuat.

2. Wilayah Nada

Kemampuan seseorang dalam mencapai tinggi rendahnya nada menyebabkan seseorang memiliki wilayah ketinggian nada tertentu. Oleh karena itu, setiap orang memiliki wilayah nada yang berbeda-beda sesuai dengan ketebalan pita suara yang dimiliki juga upaya seseorang itu dalam mengolah teknik vokalnya. Dengan kata lain, wilayah nada seseorang bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan intensitasnya dalam berlatih olah vokal. Berikut ini pengelompokan wilayah nada sesuai ambitusnya.

  1. Suara anak-anak:
    Wilayah nada suara laki-laki dan perempuan pada usia anak-anak mempunyai ketinggian yang sama. Perbedaan akan terjadi ketika anak laki-laki beranjak dewasa, ada perubahan wilayah nada berdasarkan perubahan fisik yang mereka alami, misalnya tumbuhnya jakun di leher laki-laki. Batas wilayah nada yang dimiliki anak-anak adalah sebagai berikut.
      1. Suara anak-anak tinggi, wilayah nadanya c’ – f’
      2. Jenis Suara anak rendah, wilayah nadanya a – d’’
  2. Suara wanita:
    Wilayah nada dari suara wanita dibagi menjadi tiga jenis, yakni sopran, memo sopran, dan alto.
      1. Sopran adalah suara tinggi wanita yang wilayah nadanya berkisar antara c’- a’’.
      2. Sementara itu Mezo Sopranadalah suara wanita dengan suara sedang wanita yang wilayah nadanya berkisar antara a – f’’.
      3. Selanjutnya, Alto = Suara rendah wanita, wilayah nadanya f – d’’
  3. Suara pria:
    Wilayah nada dari suara pria dibagi menjadi tenor, bariton, dan Bass dengan detail sebagai berikut.
      1. Tenor suara tinggi pria, wilayah nadanya c – a’’.
      2. Bariton adalah wilayah suara sedang pria yang wilayah nadanya berkisar antara a – f’.
      3. Sementara itu Bassmerupakan suara rendah pria dengan wilayah nada antara f – d’.
  4. Mengetahui Wilayah Nada

    Pengetahuan tentang wilayah nada ini benar-benar harus diketahui oleh seseorang yang akan bernyanyi. Mengapa? Sebagai penyanyi kita harus sadar akan kemampuan wilayah nada sehingga dapat memaksimalkannya. Jangan sampai kita memaksakan menyanyikan lagu dengan nada dasar yang di luar jangkauan wilayah nada kita. Jika dipaksakan, suara kita akan terdengar sumbang bahkan bisa merusak pita suara. Untuk mengecek wilayah nada kita dapat menggunakan alat musik piano atau keyboard dengan panduan pada gambar di bawah ini.

    Gambaran wilayah nada

    Teknik Vokal

    Warna suara atau timbre dan wilayah nada mungkin salah satu bekal awal yang kuat bagi seorang penyanyi. Namun sejatinya menyanyi juga merupakan suatu keterampilan dan membutuhkan teknik yang baik. Seseorang yang bernyanyi dengan menggunakan teknik vokal yang benar akan menghasilkan suara yang baik dan layak didengar.

    Teknik vokal tidak hanya menyangkut cara menyanyi saja, namun meliputi sikap yang baik dan pengaturan pernafasan yang efektif pula. Menurut Tim Kemdikbud (2017, 45-48) berikut adalah beberapa teknik vokal yang harus diperhatikan ketika bernyanyi.

    1. Sikap Bernyanyi

    Bernyanyi yang baik harus diawali dengan sikap bernyanyi yang baik pula, karena sikap berdiri yang baik ini dapat memaksimalkan tenaga untuk bernyanyi. Berikut ini cara berdiri yang baik pada saat bernyanyi.

    1. Badan tegak dan rileks, kaki dibuka sedikit.
    2. Berat badan bertumpu di kedua kaki dengan seimbang.
    3. Dada dibusungkan tapi tetap rileks.
    4. Pandangan lurus ke depan.
    5. Posisi tangan rileks di samping kiri kanan.

    2. Pernapasan Diafragma

    Pernapasan yang dianjurkan digunakan pada saat bernyanyi yaitu pernapasan diafragma. Di dalam diafragma ini, terdapat otot yang jika terus dilatih dengan olah napas akan menjadi lebih kuat sehingga dapat memperpanjang durasi keluarnya napas kita pada saat bernyanyi. Otot diafragma ini juga dapat menjadi sumber tenaga yang besar untuk mencapai nada tinggi dan menambah tenaga, pada saat bernyanyi.

    Jika pada saat bernyanyi olah pernapasan dan sumber tenaga bermuara di diafragma, maka suara juga akan lebih bulat dan bening. Selain itu, tenggorokkan kita tidak akan terasa sakit dan mudah lelah. Berikut ini tahapan berlatih olah pernapasan diafragma.

    1. Ambil napas melalui hidung atau mulut, bayangkan seperti mencium bau parfum dengan lembut, lalu udara langsung masuk ke ruang diafragma dan seketika otot diafragma akan mendesak ke bagian depan dan seluruh udara menyebar di diafragma sampai ke samping dan bagian belakangnya.
    2. Tahan napas tersebut kira-kira 5 detik, rasakan benar otot diafragma makin kencang.
    3. Lalu, keluarkan napas tersebut dengan lembut, mengeluarkan suara desis halus dan rata sambil dihitung berapa detik siswa dapat menghabiskan napas dengan desis tersebut. Suara desis ini bisa diganti dengan suara menyerupai lebah misalnya zzzz… atau tiupan ffffff…. yang penting keluarnya udara rata dan stabil.
    4. Ulangi beberapa kali latihan di atas sambil berupaya agar banyaknya hitungan desis yang dikeluarkan semakin banyak setiap kali berlatih. Semakin bertambah durasinya, berarti kekuatan otot diafragma siswa pun bertambah kuat.

    Setelah terbiasa melakukan olah pernapasan seperti di atas, mulailah untuk memproduksi suara pada saat bernyanyi dengan sumber tenaga dari kekuatan otot diafragma.

    3. Resonansi

    Dalam bernyanyi, seseorang harus dapat menggemakan suara dengan cara menempatkan sumber suara agar suara lebih keras pada saat dikeluarkan dan sampai kepada pendengar. Proses menggemakan suara ini disebut dengan resonansi.

    Terdapat 3 (tiga) jenis resonansi atau tempat memantulkan sumber bunyi sesuai fungsinya, yaitu:

    1. Resonansi Dada,
      yang memantulkan sumber bunyi pada bagian dada akan menghasilkan suara rendah. Jika akan memproduksi suara yang rendah, hendaklah menggunakan resonansi dada agar nada rendah dapat dicapai dengan tepat dan halus.
    2. Resonansi Hidung,
      memantulkan sumber bunyi pada bagian wajah seputar hidung yaitu meliputi tulang rahang mulut sampai ke pipi, akan menghasilkan suara sedang yang tepat dan halus. Selain itu juga, kerja tenggorokkan tidak terlalu berat dan tidak mudah lelah. Suara yang dihasilkan pun akan terdengar lebih bening dan bersih.
    3. Resonansi Kepala,
      Memantulkan sumber bunyi pada bagian kepala akan menghasilkan suara tinggi dan halus. Untuk dapat menghasilkan nada-nada tinggi yang tepat dan halus, resonansi kepala ini harus juga disokong dengan kerja otot diafragma yang maksimal juga. Jangan sekali-kali memaksakan memproduksi suara tinggi di tenggorokkan, karena sudah pasti nadanya tidak akan sampai dengan tepat, suara tidak bening dan akan terasa sakit di tenggorokkan, dan jika hal ini sering dilakukan maka akan merusak kualitas pita suara.

    4. Artikulasi dan Gerak Mulut

    Bernyanyi yang baik tidak bisa terlepas dari pengucapan kata-kata yang ada pada lirik lagu dengan jelas. Oleh karena itu, selalu gunakan artikulasi yang baik dengan cara melakukan gerakan mulut yang tepat. Setiap lirik harus diucapkan dengan jelas atau justru mungkin dapat diartikulasikan lebih singkat agar lebih terdengar ringan oleh pendengar.

    5. Phrasering/Pengalimatan

    Phrasering atau pengalimatan (tidak baku: pengkalimatan) merupakan teknik vokal yang mengatur tentang pengelompokan kalimat di mana vokalis dapat mengambil napas pada setiap jeda antarkalimat. Pengalimatan ini hendaknya dilakukan sebelum memulai bernyanyi, beri tanda pada jeda antarkalimat sehingga ketika saat kita bernyanyi, kita dapat mengambil napas yang sesuai dengan makna lagu.

    6. Ekspresi (Mimik dan Gestur)

    Pada saat bernyanyi, hendaknya siswa memberikan ekspresi sesuai dengan tema lagu. Dengan begitu, makna lagu akan lebih mudah diterima oleh pendengar. Ekspresi meliputi mimik wajah dan gestur atau gerak tubuh.

    Penampilan

    Coba perhatikan tayangan konser seorang penyanyi di TV, Youtube atau lebih baik lagi secara langsung di sebuah panggung yang besar dan observasi/teliti bagaimana penampilan mereka. Dapat dipastikan seorang penyanyi yang profesional akan mempersiapkan penampilan mereka mulai dari baju atau kostum yang digunakan, gaya rambut, sepatu, asesoris, dan riasan wajah yang akan disesuaikan dengan tema acara, tema lagu, dan tempat yang menjadi tempat tampil untuk bernyanyi. Hal ini dilakukan agar pertunjukkan menyanyi mereka akan lebih indah dilihat dan meninggalkan kesan yang kuat pada audiens.

    Latihan Improvisasi Lagu Secara Solo/Tunggal

    Secara umum dapat dikatakan bahwa Improvisasi adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Maksudnya, kita melakukan sesuatu tanpa memastikan apa yang dilakukan lalu secara spontan melakukannya menurut insting dan pengalaman yang telah kita alami. Dalam bernyanyi improvisasi merupakan pengembangan ornamentasi pada sebuah lagu dengan tujuan agar lagu terdengar tidak membosankan dan lebih menarik. Artinya, saat kita melakukan improvisasi, lagu yang kita bawakan tidak akan sama persis dengan aransemen aslinya.

    Tentunya improvisasi tidak dilakukan pada semua bagian lagu, hanya pada bagian-bagian tertentu saja agar bentuk lagu yang aslinya tetap jelas. Karena sifatnya untuk memperindah lagu, bayangkan saja improvisasi ini seperti renda yang dipasangkan hanya di sudut-sudut taplak meja sehingga taplak tersebut akan terlihat lebih manis dan indah. Sebaliknya, jika renda tersebut dipasangkan sampai menutupi semua bagian taplak tentu taplak tersebut akan terlihat tidak indah dan terlalu berlebihan.

    Improvisasi atau membuat variasi lagu dapat dilakukan dengan mengubah tiga unsur lagu sebagai berikut.

    1. Ritmis,
      yakni perubahan dalam irama lagu, misalnya lagu yang diciptakan dalam irama pop divariasikan dengan cara dibawakan dengan iringan irama jazz atau dangdut.
    2. Melodis,
      biasanya pengubahan melodis berupa penambahan nada dengan jarak nada yang berdekatan.
    3. Dinamika,
      pengubahan dinamika adalah perubahan bunyi keras dan lembut pada bagian lagu sesuai dengan kesan yang akan disampaikan.

    Referensi

    1. Tim Kemdikbud. (2017). Seni Budaya VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Dasar Pemeran Teater Modern

 Dasar Pemeranan Teater Modern

Teater Nontradisional (teater modern) merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sumber cerita teater modern ini berasal dari kejadian sehari-hari. Teater modern memiliki beberapa unsur pemeranan seperti lakon, penokohan dan perwatakan, unsur tubuh, unsur suara, unsur penghayatan, unsur ruang, unsur kostum, unsur properti, dan unsur musikal. Salah satu unsur dalam teater yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah unsur pemeran dalam teater modern.

Pemeran sebagai elemen penting dalam sebuah pementasan seharusnya dapat menguasai tubuh, emosi, dan intelektualnya. Penguasaan tubuh sangat erat dengan olah tubuh yaitu bagaimana mendayagunakan organ tubuh untuk mencapai kekuatan, kelenturan, ketahanan, dan keterampilan tubuh sehingga mampu menciptakan setiap gerakan yang dibutuhkan dalam pementasan. Latihan olah tubuh ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu peregangan atau pemanasan, inti, dan pendinginan.


A. Latihan Olah Tubuh
Olah tubuh (bisa juga dikatakan senam), sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan. Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot‑otot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian‑bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihan nanti.

1. Latihan pemanasan
Pemanasan atau pergangan (warn-up) yaitu gerakan bagian tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara bertahap.

Latihan Leher.
  1. Miringkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan.
  2. Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan.
  3. Tengokkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan.
  4. Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan.
  5. Tundukan kepala dan dagu menyentuh dada dan tahan selama 8 hitungan
  6. Dongakkan kepala ke atas dan tahan selama 8 hitungan.

Latihan jari dan pergelangan
  1. Tautkan jari tangan kiri dan kanan, putar telapak tangan menjauhi tubuh, luruskan lengan dan regangkan selama 8 hitungan.
  2. Tekan telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan, pertahankan selama 8 hitungan.
  3. Tekan telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan, pertahankan selama 8 hitungan.
  4. Tekan punggung tangan kiri dengan tangan kanan dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan.
  5. Tekan punggung tangan kanan dengan tangan kiri dan regangkan pergelangan tangan dan pertahankan selama 8 hitungan.

Latihan siku
  1. Flek siku dengan tangan kiri memegang pegelangan tangan kanan dan melipat tangan kanan sampai jari tangan kanan menyentuh pundak, pertahankan sampai 8 hitungan. Lakukan bergantian dengan tangan kanan yang memegang pergelangan tangan kiri.
  2. Ekstensi siku dengan cara menjulurkan tangan kanan ke depan lurus dan tangan kiri menyangga siku tangan kanan, pertahan kan selama 8 hitungan. Lakukan bergantian dengan tangan kiri.

Latihan bahu
  1. Silangkan lengan-lengan di depan tubuh dan genggamlah bahu yang berlawanan selama 8 hitungan,
  2. Letakkan siku kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri untuk membuat topangan regangan, pertahankan selama 8 hitungan dan lakukan bergantian.
  3. Letakkan satu tangan diatas kepala dan di belakang punggung. Cobalah untuk mempertemukan jari-jari tangan, buatlah regangan dan tahan selama 8 hitungan dan lakukan secara bergantian.
Latihan Tubuh
  1. Tangan-tangan di pinggang dan bengkokkan badan ke samping kanan, tahan selama 8 hitungan. Dilanjutkan ke samping kiri dan tahan selama 8 hitungan, ke belakang tahan selama 8 hitungan, dan ke depan selama 8 hirungan.
  2. Kedua tangan berjabatan (kedua telapak rapat) dan lengan-lengan di atas kepala, bengkokkan ke samping kanan, dilanjutkan ke samping kiri dengan hitungan sama yaitu 8, dan lakukan sebanyak dua kali.

Latihan Tungkai Kaki dan Punggung
  1. Berdiri dan buka kaki sejauh kurang lebis 100 cm, capailah tungkai kaki kanan, tahan selama 8 hitungan, lakukan secara bergantian dengan mencapai tungkai kaki kiri. 
  2. Berdiri dan buka kaki sejauh 100 cm, capailah bagian tengah dengan membungkukkan badan ke depan, tahan selama 8 hitungan.

Latihan Pergelangan Kaki
  1. Fleksikan pergelangan kaki, gunakan kedua tangan untuk memberikan tekanan regangan, tahan selama 8 hitungan.
  2. Ekstensikan pergelangan kaki, gunakan kedua tangan untuk melemaskan, tahan selama 8 hitungan.
  3. Felksikan lutut kanan, gunakan kedua tangan untuk menarik lutut ke dada dan tahan selama 8 hitungan.
  4. Ekstensikan lutut kanan dan tahan selama 8 hitungan.
  5. Lakukan ponit 3 dan 4 pada lutut kiri.

2. Inti
Olah tubuh inti merupakan rangkaian pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Tulang belakang seorang pemeran memiliki kedudukan yang sangat penting karena pose tubuh yang diciptakan oleh pemeran bergantung pada kelenturan tulang belakangnya.


Cembung, cekung, dan Datar Tulang Belakang

  1. Bertopang tangan dan lutut di atas lantai dan bungkukan punggung Anda. Bengkokkan tulang ekor Anda turun dan ke dalam, bulatkan tulang punggung dibagian dada dan bahu serta turunkan kepala dan leher Anda. Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secembung-cembungnya.
  2. Angkat bagian tulang ekor Anda, kosongkan tulang punggung bagian dada dan bahu, dan tegakkan leher serta kepala Anda. Bentuklah punggung Anda ke dalam posisi secekung-cekungnya.
  3. Turunkan pinggul, luruskan tulang punggung bagian dada dan bahu sehingga membentuk garis lurus dan tulang ekor. Turunkan leher secukupnya agar berada dalam satu garis lurus dengan tulang punggung dibagian bahu. Lakukan latihan tersebut dalam tempo yang lambat pada tahap permulaan, dan yang terpenting adalah Anda dapat merasakan ruas demi ruas tulang punggung. Setelah Anda dapat merasakan dengan betul, tingktkan kecepatannya secara bertahap melambat kembali sampai diam.


Menggulung dan Melepas

  1. Berdiri dengan dua kaki direnggangkan, turunkan pinggul dan merendahkan sampai jongkok dengan bertumpu kekuatan daya dukung lutut.
  2. Bungkukan tubuh bagian atas, tarik tulang ekor masuk ke arah dalam lalu pelan-pelan duduklah di lantai.
  3. Luruskan kedua kaki dan gerakkan tulang punggung sehingga seluruh punggung terletak di lantai dengan tenang.
  4. Gulung seluruh tulang punggung ke depan mulai dari kepala, leher, tulang punggung dan tulang ekor sehingga membungkuk di atas kaki dan regangkan kepala.
  5. Pelan-pelan berdiri sampai tegak dan mulai jalan dalam gaya lamban.
  6. Ulangi latihan ini sampai dapat merasakan fungsi ruas-ruas tulang belakang.


Ayunan Bandul Tubuh Atas

  1. Berdiri denganposisi melangkah dan angkatlah kedua lengan tinggi di atas kepala.
  2. Bengkokkan bagian tubuh atas lurus sehingga membentuk sudut yang tepat dengan kaki Anda. Rasakan ketegangan karena tetap mempertahankan melurusnya tulang punggung pada posisi ini.
  3. Lutut dibengkokkan sedikit dan biarkan tubuh bagian atas terjatuh memberat dari bagian tengah tulang punggung dan kemudian ayunkan mendekati dan menjauhi kaki.
  4. Lengan-lengan harus mengikuti tubuh bagian atas dan ikut mengayun maju dan mundur. Jangan naikkan tubuh bagian atas. Ayunan ini akan mampu menaikkan tulang punggung hanya sejauh sudut membengkoknya yang tepat dari ayunan itu bermula.
  5. Panjang ayunan harus tetap sama dan harus mampu membulat dan meluruskan tulang punggung. Membulat, ketika batang tubuh bagian atas menjauh dan melurus, ketika tulang punggung mengayun ke depan dan menjauh kalau kedua tangan berada di belakang. Membulat lagi ketika batang tubuh bagian atasjatuh lagi dan melurus ketika tulang punggung mengayun ke luar dan menjauh lagi ketika kedua lengan bedada di depan.


3. Pendinginan

Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu rangkaian pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan dan menggunakan kehangatan tubuh dan memberi kesempatan otot-otot untuk mengambil manfaat latihan.
  1. Berdiri tegak kaki dibuka sekitar 60 cm, badan condong ke kiri. Kaki kanan lurus dan kaki kiri agak ditekuk ke bawah, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri ditempelkan pada paha kiri, tahan selama 8 hitungan. Lakukan kembali dengan badan posisi condong ke kanan.
  2. Posisi berdiri masih sama tetapi badan tegak di tengah dan dua lengan direntangkan ke kiri dan kanan lurus dengan bahu, kaki agak ditekuk ke bawah dan lakukan gerakan ke atas dan ke bawah, lakukan selama delapan hitungan.
  3. Posisi berdiri masih sama, kedua tangan lurus ke atas kepala dan condongkan badan ke kiri dan tahan selama delapan hitungan. Ganti badan condong ke kanan tahan selama delapan hitungan.
  4. Posisi berdiri masih sama, silangkan tangan kanan sejajar bahu di depan dada ke arah kiri dan tangan kiri membantu peregangan tepat pada siku, tahan selama delapan hitungan.
  5. Posisi berdiri masih sama, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri menekan kepala ke arah kiri, tahan sampai delapan hitungan. Ganti tangan kiri lurus dan tangan kanan menekan kepala ke arahh kanan dengan hitungan yang sama.
  6. Posisi berdiri masih sama, langkahkan kaki kanan ke belakang, lutut kanan ditekuk sorong kanan, kaki kiri bertumpu pada tumit, badan condong ke depan, kedua telapak tangan menempel di atas kedua paha dan ayunkan ke bawah sampai delapan hitungan. Ganti dengan kaki kiri ke belakang dengan hitungan yang sama.
  7. Posisi berdiri masih sama, tangan di samping badan, mulai tangan diangkat lurus ke atas kepala sambil menghirup udara dalam empat hitungan dan menurunkan tangan sambil menghembuskan napas dalam empat hitungan. Lakukan gerakan yang terakhir dibarengi dengan menutup kaki.
pemanasan

B. Olah Suara
1. Persiapan Latihan Olah Vokal

Pernapasan Dada

Ciri pernapasan dada adalah pada waktu kita menghirup udara maka rangka dada terbesar bergerak membesar akibat dari rongga dada yang terisi udara yang banyak.

Pernapasan Perut

  1. Ciri pernapasan perut adalah pada saat kita menghirup udara rongga perut akan membesar dan mengeras karena terisi udara. Pernapasan ini juga ditandai dengan naik turnnya sekat diafragma yang terdapat diantara dada dan rongga perut.
  2. Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan.
  3. Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, sambil berdesis, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan.
  4. Posisi berdiri tegak, tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga perut, tahan, hembuskan, sambil membunyikan huruf vokal, dan lakukan latihan selama delapan kali perulangan.


Pernapasan Diafragma

  1. Dalam pernapasan rongga dada pernapasan diarahkan antara rongga dada dan rongga perut. Ciri pernapasan diafragma adalah otot-otot perut yang disbut sekat diafragma akan meragang, dan otot-otot bagian samping bagian pinggang akan mengembang ketika menghirup udara. Pernapasan daifragma merupakan gabungan antara pernapasan dada dan pernapasan perut.
  2. Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan. Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan.
  3. Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan sambil mendesis. Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan.
  4. Posisi berdiri tegak dan tarik napas panjang langsung alirkan udara ke rongga dada dan rongga perut sehingga sekat diafragma mengeras, tahan, hembuskan sambil membunyikan huru fokal. Lakukan latihan sebayak delapan kali pengulangan.


Senam Lidah

  1. Lidah dijulurkan sejauh mungkin, tahan dan tarik sedalam mungkin.
  2. Lidah dijulurkan arahkan ke kanan dan kekiri secara bergantian.
  3. Lidah dijulurkan dan putar searah jarum jam dan kebalikannya.
  4. Bibir dikatupkan, rahang diturunkan dan lidah diputar di dalam mulut searah jarum jam dan sebaliknya.
  5. Lidah di tahan di gigi seri, terus hentakkan.
  6. Membunyikan suara err..., errrr berulang kali untuk melemaskan lidah.
  7. Ucapkan dengan cepat fud, fud, fud, dah , lakukan latihan ini berulang kali.


Senam Rahang Bawah

  1. Gerakan rahang bawah dengan cara membuka dan menutup.
  2. Gerakan rahang bawah kek kiri dan kanan secara bergantian.
  3. Gerakan rahang bawah melingkar sesuai dengan arah jarum jam dan ke arah sebaliknya.
  4. Ucapkan dengan riang, ceria, gembira dan rileks, da..., da..., da...kemudian la..., la...., la.... Latihan ini bisa dengan huruf konsonan yang lain yang digabung dengan vokal a.


Latihan Tenggorokan

  1. Ucapkan lo.., la..., le..., la..., lo...- lo..., la..., le..., la..., lo. Lakukan latihan dengan santai, semakin lama semakin keras tetapi tenggorokan jangan tegang.
  2. Nyanyikan dengan tenggorokan tetap terbuka la.., la.., la..., laf,la.., la.., la..., los,la.., la.., la..., los.


2. Latihan Teknik Olah Vokal
Berbisik

  1. Lafalkan huruf vokal tanpa mengeluarkan suara.
  2. Lafalkan huruf c, d, l, n, r, s, t tanpa mengeluarkan suara. Latihan ini berfungsi untuk melenturkan lidah.
  3. Lafalkan konsonan dengan tanpa mengeluarkan suara,
  4. Lafalkan kata dan kalimat pendek tanpa mengeluarkan suara. Latihan ini diutamakan pengejaan setiap suku kata, baik dalam kata maupun kalimat.


Bergumam

  1. Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara bergumam, fokus gumaman ini pada rongga dada. Rasakan getaran pada rongga dada pada waktu bergumam.
  2. Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara bergumam, fokus gumaman ini pada batang tenggorokan. Rasakan getaran pada batang tenggorokan pada waktu bergumam.
  3. Tarik napas, tahan, dan hembuskan dengan cara sambil bersenandung, fokus gumaman ini pada rongga hidung pada waktu bergumam biasanya ujung hidung akan terasa gatal.


Bersenandung

  1. Tarik napas, tahan, dan hembuskan sambil bersenandung. Lakukan katihan mulai dari nada rendah sampai nada yang tinggi. Misalnya dengan suku kata na disenandungkan sesuai dengan tangga nada. Lakukan berulang selama delapan kali.
  2. Tarik napas, tahan, hembuskan sambil bersenandung dengan tidak sesuai tangga nada.


3. Latihan Artikulasi

Artikulasi adalah hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakannya, karena artikulasi adalah satu ekspresi gestur yang kompleks. Latihan artikulasi adalah latihan tentang kejelasan bunyi suara yang dikeluarkan oleh organ produksi suara. Bunyi suara yang kita kenal diantaranya adalah bunyi suara nasal (di rongga hidung), bunyi suara oral (di rongga mulut). Berikut ini cara berlatih artikulasi.


Latihan bunyi suara Nasal

  1. Tarik napas dan hembuskan sambil melaafalkan huruf m, n, y, dan ng.
  2. Lakukan latihan melafalkan tersebut sampai menemukan cara mengucapkan yang benar.

Latihan Bunyi Suara Oral
  1. Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf vokal terputus-putus dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.
  2. Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf vokal dengan cara menyambung dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.
  3. Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf diftong ( au, ia, ua dan lain-lain) terputus-putus dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.
  4. Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf konsonan (b, c, d, f, g dan seterusnya) dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.
  5. Tarik napas dan hembuslah sambil melafalkan huruf konsonan (k, t, b, dan seterusnya) dan lakukan sebayak delapan kali pengulangan.

Latihan Diksi
  1. Latihan dengan membedakan huruf p dengan b, t dengan d dan k dengan g.
  2. Latihan membedakan huruf p, b, t, d, k, dan g dengan cara mengkombinasikan.
  3. Latihan ini dilakukan dengan cara menggabungkan huruf-huruf tersebut di atas dengan huruf vokal. Misalnya pa dengan ba, ta dengan da, dan ki dengan gi dan seterusnya.
  4. Latihan diteruskan dengan bentuk kata misalnya : Apabila, Begitu, Menyambut, Perpustakaan, Kudengar, dan Luput.
  5. Cari kata-kata lainya yang mengandung huruf P, B, T, D, K, dan G.

Intonasi
Jeda pemenggalan kalimat
  1. Susunlah kalimat pendek dan ucapkan, misalnya berapa lama saya harus menunggu.
  2. Ucapkan kalimat tersebut tapi gunakan jeda antara kata lama dan saya.
  3. Susunlah kalimat pendek lainya dan gunakan sebagai latihan jeda.

Tempo (cepat lambatnya ucapan)
  1. Susunlah kalimat pendek dan ucapkan misalnya Siapa bilang itu tidak bisa....dilakukan.
  2. Ucapkan kalimat tersebut, dan ketika mengucapkan kata dilakukan ucapkan dengan cara dieja per suku kata.
  3. Lakukan latihan dengan kalimat yang lain dan tentukan kata yang akan dieja.

C. Olah Rasa
1. Latihan Konsentrasi Panca Indera
Konsentrasi berarti memusatkan perhatian pada sesuatu, makin menarik perhatian tersebut, maka makin sanggup ia memusatkan perhatian. Pusat perhatian seorang pemeran adalah sukma atau jiwa peran yang kita mainkan. Tujuan dari konsentrasi adalah untuk mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik di atas panggung. Untuk melatih konsentrasi dapat dilakukan latihan dengan cara sebagai berikut.

Indera penglihat
  1. Amati benda secara intensif, dan deskripsikan pamgamatan Anda kepada peserta lain.
  2. Lakukan dengan  suasana yang santai dan presentasikan sesuai dengan gaya anda.
  3. Latihan diteruskan dengan mengamati sekumpulan benda.
  4. Deskripsikan hasil pengamatan tersebut termasuk yang menjadi ciri khas dari objek pengamatan Anda.
  5. Dalam latihan ini diusahakan dilakukan dengan pengamatan yang sangat jeli dan dalam suasana santai.

Indera pencium
  1. Konsentrasilah pada bau yang paling menyengat dan dekat dengan tubuh kita (latihan diusahakan betul-bentul membaui bukan menghayalkan atau berimajinasi tentang bau).
  2. Kalau sudah mendapatkan bau tersebut, kemudian simpan dalam ingatan kit.
  3. Latihan dilanjutkan dengan menambahkan jarak dari sumber bau. kemudian dipresentasikan sesuai dengan gaya dan cara masing-masing.
  4. Latihan indera penciuman ini juga bisa dilakukan dengan membedakan bermacam-macam bau.

Indera Pendengar
  1. Konsentrasilah pada sumber suara yang paling lemah dan dekat dengan kita (latihan ini benar-benar mendengar bukan mengkhayal atau berimajinasi).
  2. Kalau sudah mendapat bunyi tersebut, simpan dalam ingatan kita. Dlanjutkan dengan menambah jarak dari sumber bunyi tersebut. Pada bagian akhir presentasikan kepada yang lain sesuai dengan gayanya masing-masing.
  3. Latihan mendengar ini bisa dilakukan dengan membedakan bermacam-macam sumber bunyi dan dari apa sumber bunyi tersebut. Misalnya berasal dari logam, kayu, batu, membran, dan lain-lain.

Indera Pengecap
  1. Latihan ini menggunakan stimulus berbagai macam rasa, coba rasakan berbagai macam rasa yang ada dan ukur kadar rasa tersebut. Jika rasa itu asin, rasakan rasa asin tersebut sampai dan sampai sberapa kadar rasa tersebut.
  2. Latihan ini dititikberatkan pada sensasi tentang rasa individu bukan tentang rasa kolektif, karena kadar tentang rasa bersifat individual.
  3. Simpan pengalaman tentang rasa tersebut dan jadikan pengalaman batin, karena dengan konsentrase dibarengi dengan ingatan batin akan dapat diekspresikan tentang rasa tersebut meskipun tanpa ada rasa yang dikecap.

Indera Perasa atau Peraba
  1. Latihan ini difokuskan pada membedakan rasa yang tersentuh oleh kulit. Latihan bisa dilakukan dengan cara membedakan rasa kasar dan halus, panas dan dingin, keras dan lembek, dan lain-lain.
  2. Ambil sebuah benda dan raba permukaan benda tersebut dari beberapa sisi, bedakan antar permukaan tersebut, kemudian deskripsikan dengan cara dan gaya masing-masing.
  3. Jalanlah pada berbagai macam permukaan jalan, konsentrasi pada telepak kaki kita dan bedakan permukaan jalan tersebut, simpan dalam ingatan sebagai pengalaman batin.
  4. Lakukan latihan dengan santai dan jangan tergesa-gesa, ingat latihan ini tetap berfokus pada daya konsentrasi kita.

Tari Kreasi

Tari Kreasi: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Jenis dan Unsurnya



Tari kreasi adalah – Seiring berjalannya waktu, seni juga akan terus berkembang, salah satunya adalah adanya tari kreasi menjadi salah satu bentuk dari perkembangan seni tari. Tari kreasi adalah jenis tari yang pada dasarnya koreografi yang digunakan bertolak dari tari tradisional atau pengembangan terhadap pola yang sudah ada sebelumnya. Secara mudahnya tari kreasi adalah tarian pengembangan dari tari rakyat atau tari tradisional.

Pada seni tari ini, para seniman mampu mengembangkan atau membuat variasi yang unik dan terkesan baru dari waktu ke waktu. Adanya tari kreasi juga menjadi salah satu metode melestarikan tari tradisional yang sudah ada.

Banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan ketika mempelajari tentang informasi seputar seni tari ini. Dalam artikel ini sudah tersedia penjelasan tentang tari kreasi. Yuk, kita simak ulasannya.

Pengertian Tari Kreasi

Sebelumnya telah dibahas secara singkat terkait dengan pengertian tari kreasi. Namun, pada poin ini akan kita bahas lebih dalam lagi tentang pengertian tari kreasi tersebut.

Tari kreasi adalah salah satu bentuk dari seni tari yang berkembang di masyarakat. Dalam tari kreasi akan lebih fokus terhadap hal yang berbeda dari aturan seni tari pada umumnya. Adanya inovasi serta pengembangan di dalam seni tari juga memiliki tujuan agar bisa terlihat lebih modern dan lebih mudah diterima di masyarakat.

Tari kreasi juga memiliki pola-pola yang dikembangkan serta dikreasikan dari tarian yang sudah ada sebelumnya. Baik itu tari tradisional maupun jenis tari lainnya. Tari kreasi juga kerap disebut sebagai bentuk gerakan yang baru dirangkai dari dua perpaduan gerak tari yaitu tari tradisional dan tari klasik.

Meski seni tari kreasi terbuat dari dua perpaduan gerak tari tradisional dan tari klasik. Namun, tari kreasi memiliki perbedaan yang mendasar dari tari tradisional. Tari kreasi tidak memiliki keterikatan terhadap pakem, aturan dan keharuan tertentu seperti yang ada di dalam tari tradisional.

Meski begitu tari kreasi juga bisa berasal dari daerah yang tentunya juga akan dikemas dalam bentuk yang lebih baru lagi. Rancangan gerakan yang ada di dalam tari kreasi akan disesuaikan dengan kreasi penata tari tersebut.

Hal tersebut juga akan tetap menyesuaikan dan memelihara nilai artistik serta karakteristik lincahnya. Dalam sebuah pertunjukan tari kreasi biasanya akan ditampilkan pada penampilan utama yang termasuk ke dalam tari pembuka non formal.

Karakteristik Tari Kreasi

Tari Kreasi adalah

Pixabay.com

Setiap jenis seni tari selalu memiliki ciri atau karakteristik tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk seni tari kreasi yang memiliki beberapa karakteristik didalamnya. Adanya karakteristik dalam seni tari kreasi juga bisa menjadi pembeda jenis tari kreasi dengan jenis tari lainnya.

Lantas apa saja karakteristik yang dimiliki oleh seni tari kreasi? Baca penjelasan selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

  1. Seni tari kreasi lebih banyak mengutamakan gerak hasil dari eksplorasi.
  2. Makna atau pesan yang ada di dalam tari kreasi adalah sebagai bentuk ungkapan ekspresi pribadi.
  3. Seni tari kreasi bisa menunjukkan kebebasan kreativitas secara koreografi.
  4. Seni tari kreasi juga tidak menunjukkan identitas kultural.
  5. Gerakan pada seni tari kreasi lebih luwes dan fleksibel berdasarkan rekaan penarinya.
  6. Dibandingkan dengan seni tari tradisional, waktu pertunjukan pada tari kreasi terbilang lebih singkat.
  7. Penari lebih leluasa dalam membuat rekaan atau gerakan sesuai dengan gaya yang mereka inginkan.

Itulah beberapa karakteristik yang ada di dalam seni tari kreasi. Dengan mengetahui karakteristik tersebut, kita menjadi tahu, jenis tari pada saat menonton pertunjukkan seni tari.

Fungsi Tari Kreasi

Adanya tari kreasi tentunya juga memiliki banyak fungsi di dalamnya. Salah satu fungsi dari tari kreasi adalah sebagai media atau sarana pertunjukan dan hiburan. Maka dari itu, tari kreasi selain harus disusun dengan baik juga gerakannya harus dipersiapkan dengan baik. Salah salah satu caranya adalah dengan melalui latihan panjang dan juga serius.

Selain itu, adanya tari kreasi juga bisa digunakan sebagai media mengekspresikan diri. Seperti halnya para penulis yang akan menggunakan tulisannya sebagai bentuk pengekspresian perasaan. Sedangkan untuk penari bisa menggunakan gerakan yang ada di dalam tari kreasi sebagai media untuk menuangkan perasaan dan ekspresi dirinya.

Jenis Tari

Tari Kreasi adalah

Pixabay.com

Sebelum membahas tentang jenis tari kreasi. Akan lebih baik jika kita juga tahu jenis-jenis yang ada di dalam seni tari itu sendiri. Secara umum jenis seni tari dibedakan menjadi tiga yaitu jenis tari rakyat, jenis tari klasik dan jenis tari kreasi baru.


Agar Anda lebih paham tentang jenis seni tari secara umum berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Tari Rakyat

Tari rakyat adalah salah satu jenis seni tari, yang mana jika diartikan tari rakyat adalah sebuah tarian yang berkembang di lingkungan masyarakat lokal. Dimana seni tari rakyat ini akan terus hidup serta berkembang secara turun-temurun di setiap generasi.

Sebagai contohnya Tari Pendet dari Bali, Tari Serimpi dari Jawa Tengah, Tari Gong dari Kalimantan Timur, Tari Lumense dari Sulawesi Tengah dan lain sebagainya.

2. Tari Klasik

Selanjutnya ada tari klasik yaitu sebuah tari yang berkembang di dalam keraton. Tari klasik juga memiliki pakem atau aturan tertentu serta nilai estetika yang begitu tinggi. Sebagai contohnya adalah Tari Bedhaya dari Surakarta, Tari Lengger dari Wonosobo, Tari Piring dari Sumatera Barat dan Tari Saman dari Aceh.


3. Tari Kreasi Baru

Terakhir ada tari kreasi baru yang memiliki arti sebagai sebuah tari yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Meski begitu, dalam tari kreasi tidak akan menghilangkan nilai tradisi seperti pada mestinya. Sebagai contoh tari kreasi baru adalah Tari Nguri dari Sumbawa, Tari Kuntulan dari Jawa Tengah, Tari Merak dari Jawa Barat dan Tari Manuk Rawa dari Bali.

Tari daerah atau tari tradisional merupakan seni tari yang perlu dilestarikan agar tidak hilang begitu saja. Oleh karena itu, kita perlu memperkenalkan seni tari tradisional kepada anak-anak agar kelak nanti ada yang meneruskan seni tari tradisional. Buku Pengetahuan & Teknik Menata Tari Untuk Anak Usia Dini berisi pengetahuan dan teknik dasar seni tari yang dapat dipahami dengan mudah khususnya bagi anak-anak.

Jenis Tari Kreasi

Setelah mengetahui jenis seni tari pada umumnya. Kali ini kita akan belajar bersama tentang jenis seni tari kreasi. Tari kreasi yang berasal dari daerah tertentu akan selalu memiliki keragaman dan keunikan yang berbeda dari setiap daerahnya.


Perkembangan seni tari akan terus berjalan secara alami sesuai dengan tuntutan zaman yang ada. Oleh karena itu, sampai saat ini selalu muncul keragaman seni tari, baik itu dari Nusantara maupun dari luar Nusantara atau mancanegara.

Sampai saat ini ada beberapa jenis tari yang masih berpegang teguh terhadap nilai tradisi dan ada juga jenis tari yang sepenuhnya mengusung modernitas. Oleh karena itu, jenis seni tari kreasi akan dikelompokkan menjadi media jenis seni tari, yaitu pola tradisi dan jenis kreasi baru yang tidak memiliki pola tradisi (non tradisi). Penjelasan dari dua jenis seni tari tradisi tersebut ada di bawah ini.

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi adalah suatu tari kreasi yang didalamnya dilandasi oleh kaidah tertentu pada tari tradisi, baik itu dari segi koreografi, musik atau karawitan, tata busana dan rias ataupun tata teknik pementasannya yang tidak menghilangkan esensi tradisinya.

Sebagai contohnya adalah tari Nandak Golek dari daerah Betawi yang juga merupakan pengembangan gerak dari Tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng serta properti tari yaitu payung.

2. Tari Kreasi Baru Yang Tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Tari kreasi baru tidak memiliki pola tradisi dan non tradisi bisa diartikan sebagai suatu tari kreasi yang pada dasarnya melepaskan diri dari pola yang ada di dalam tari tradisi. Baik itu dari segi koreografi, musik, rias, busana maupun tata teknik pementasannya. Sebagai contohnya adalah tari kontemporer.

Dua poin di atas merupakan penjelasan tentang jenis tari kreasi yang sampai saat ini masih ada.


Prosedur Pembuatan Tari Kreasi

Seperti jenis tari lainnya, tari kreasi juga memiliki beberapa prosedur atau langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatannya. Setiap prosedur dalam pembuatan tari kreasi akan dijelaskan secara lebih lengkap di bawah ini.

1. Tahapan Eksplorasi

Tahapan pertama dalam pembuatan tari kreasi adalah tahapan eksplorasi. Pad tahapan eksplorasi ini akan berkaitan dengan pencarian atau penjajakan gerak untuk bisa menghasilkan suatu teknik gerak.

Pada tahap eksplorasi ini dibutuhkan kreativitas atau imajinasi yang tinggi agar bisa melakukan penafsiran gerak terhadap apa yang telah didengarkan maupun dilihat, kemudian akan dijadikan sebagai suatu bentuk tarian.

2. Tahap Improvisasi

Setelah melewati tahap eksplorasi, berikutnya akan masuk ke dalam tahap improvisasi. Tahap improvisasi adalah suatu tahapan kreatif yang pada dasarnya ada untuk mengembangkan hasil yang didapatkan dari tahap eksplorasi.

Dari setiap gerak yang didapatkan pada tahap eksplorasi atau pencarian gerak akan dilanjutkan pada pengembangan dari aspek tenaga, ruang, serta waktu. Adanya tahap ini bisa menghasilkan gerak yang begitu banyak.

3. Tahap Evaluasi

Selanjutnya ada tahap evaluasi yang merupakan tahapan yang akan dilakukan setelah tahap improvisasi selesai. Pada tahap evaluasi ini juga bisa dibilang sebagai tahapan untuk melakukan penilaian atau seleksi terhadap setiap teknik gerak yang telah didapatkan dari tahapan improvisasi.

Pada tahap evaluasi ini nantinya akan melalui proses seleksi yang dapat dilakukan dengan cara membuat teknik gerak yang tidak sesuai serta memilih gerak sesuai dengan gagasan. Hasil dari tahap evaluasi ini akan bisa digunakan pada tahap komposisi tari.

4. Tahap Komposisi Tari

Setelah melewati tiga tahap awal dalam prosedur pembuatan tari kreasi, berikutnya adalah akan memasuki tahapan akhir yaitu tahap komposisi tari. Pada tahap komposisi tari ini bertujuan untuk mencari gerak yang pada akhirnya akan membentuk suatu tari dari gerak yang telah ditemukan.

Pada tahapan ini juga merupakan suatu tahapan yang bisa digunakan untuk menggabungkan semua teknik gerakan tari menjadi suatu kesatuan yang begitu utuh, sehingga bisa membentuk suatu karya seni tari.

Itulah beberapa tahapan yang harus dilewati dalam proses pembuatan seni tari kreasi. Setiap tahapan yang ada di dalam seni tari kreasi ini akan saling berhubungan yang pada akhirnya bisa membentuk suatu satu kesatuan gerak pada karya seni tari yang sangat indah untuk ditonton.


Unsur Utama Dalam Seni Tari Kreasi

Tari kreasi adalah sebuah tarian yang bisa dilakukan secara tunggal, berpasangan, serta berkelompok. Dalam seni tari kreasi memiliki banyak unsur pendukung yang tentunya bisa memberikan keindahan pada setiap gerakannya.

Unsur dalam tari kreasi juga bisa membantu memperkuat nilai yang ada di dalam seni tari kreasi itu sendiri. Perlu diketahui jika di dalam tari kreasi memiliki dua bentuk unsur, yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Pada poin ini kita akan belajar bersama tentang unsur utama yang ada di dalam tari kreasi terlebih dahulu.

1. Unsur Wiraga

Unsur utama dalam seni tari yang pertama adalah raga atau wiraga. Unsur wiraga sendiri memiliki arti jika penari wajib menampilkan gerakan badan, baik itu pada posisi duduk maupun pada posisi berdiri. Istilah wiraga sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti raga dan lebih banyak dikenal sebagai gerakan tari.

Ketika para penari sedang melakukan gerakan tari, para penari harus bisa menonjolkan seluruh gerakan pada tubuh dengan begitu ritmis, dinamis serta estetis. Dalam seni tari kreasi juga memiliki gerak murni dan gerak maknawi.

Dalam hal ini, gerakan murni memiliki arti suatu tarian yang tidak memiliki maksud tertentu. Sedangkan untuk gerak maknawi memiliki arti suatu gerakan yang memiliki maksud serta tujuan tertentu. Setiap gerakan yang akan dibawakan oleh para penari akan memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh para penonton maupun para penikmat tari.


Sebagai contohnya adalah para saat penari melakukan gerakan memutar pergelangan tangan. Itu artinya para penari yang melakukan gerakan tersebut harus mampu menunjukkan sisi keluwesannya. Lalu untuk gerakan berdecak pinggang yang dilakukan oleh para penari laki-laki yang artinya harus bisa lebih terlihat berwibawa atau menunjukkan suatu kekuasaan.

2. Unsur Wirama

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur irama yang artinya adalah setiap gerakan pada tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam seni tari juga biasanya bisa berasal dari iringan langsung yang dibawakan oleh pemusik maupun rekaman lagu.

Akan tetapi, pada beberapa tarian, gerakan tari bisa mengikuti irama selain alunan musik seperti iringan irama tepukan tangan, hentakan kaki ataupun hitungan maupun nyanyian yang dibawakan oleh para penari. Musik atau irama juga termasuk ke dalam unsur seni tari yang bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis serta sesuai dengan makna tarian yang sedang dibawakan.

3. Unsur Wirasa

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur wirasa atau rasa yang artinya adalah suatu tarian harus bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan dari setiap gerakan yang dibawa oleh para penari. Pesan perasaan ini bisa tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh para penari.

Bagi seorang penari, penjiwaan serta ekspresi wajah adalah suatu hal yang begitu penting. Misalnya adalah ketika seorang penari mendapatkan peran karakter sebagai perempuan maka ia harus bisa menarik dengan gerakan yang begitu lemah gemulai serta memiliki mimik wajah yang ramah. Unsur wirasa juga bisa menyatu dengan irama yang dibawakan saat menari.


Unsur Pendukung Tari Kreasi

Setelah mengetahui unsur utama dalam seni tari kreasi. Berikutnya kita akan belajar bersama tentang unsur pendukung yang ada di dalam seni tari kreasi.

1. Tata Rias dan Kostum

Tata rias dan kostum adalah unsur pendukung yang begitu penting dalam sebuah pertunjukan tari. Riasan dan kostum bisa menjadi suatu identitas karakter yang dibawakan oleh setiap penari. Adanya unsur tata rias dan kostum bisa memberikan dukungan untuk menciptakan suatu suasana tarian serta menyampaikan karakter sekaligus pesan secara tersirat.

2. Pola Lantai

Sebuah pertunjukan tari yang dibawakan para penari bisa lebih terasa indah serta rapi ketika para penari bisa menguasai pola lantai yang ada. Dalam pola lantai sendiri dibedakan menjadi beberapa pola desain seperti desain lantai, desain atas, desain musik dan juga desain dramatis.

3. Properti

Terakhir ada unsur properti yang juga bisa dibilang sebagai alat pendukung agar bisa terciptanya suasana tarian yang begitu menyatu dengan gerakan yang sedang dibawakan. Misalnya adalah selendang, piring, payung lilin, dan sebagainya. Meski tak semua tarian menggunakan unsur properti, tetapi unsur ini juga perlu diperhatikan sebagai bentuk dukungan visualisasi tarian.

Itulah beberapa unsur penting yang ada di dalam tari kreasi. Setiap unsur bisa memberikan dukungan terbaik terhadap pementasan seni tari kreasi.